
Nogosaren, 18 Februari 2025 – Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, menjadi tuan rumah kegiatan bertema “Bimbingan Teknis dan Tutorial Modul Pembangunan Biogas Purifikasi”. Acara yang diadakan oleh Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Ungaran Telomoyo ini bertujuan memperkenalkan teknologi biogas purifikasi guna mendukung program Energi Baru Terbarukan (EBT) dan kemandirian energi masyarakat.Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Nogosaren ini dihadiri oleh pemerintah desa, masyarakat, tokoh pemuda, dan perwakilan petani setempat. Tim ahli dari Dinas ESDM memberikan pelatihan teknis mengenai proses pembangunan, penggunaan, dan perawatan biogas purifikasi agar teknologi ini dapat diterapkan dengan baik di tingkat desa.Menuju Desa Mandiri Energi

Desa Nogosaren memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan. Dengan adanya biogas purifikasi, masyarakat dapat mengolah limbah organik seperti kotoran ternak dan limbah pertanian menjadi sumber energi ramah lingkungan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap energi fosil yang semakin terbatas.Kepala Desa Nogosaren, Bapak Ahmat As’ari, menyampaikan bahwa program ini sangat penting bagi masa depan desa. “Program ini adalah langkah besar bagi Desa Nogosaren. Kami berharap biogas purifikasi dapat menjadi solusi untuk kebutuhan energi sekaligus menjaga lingkungan desa tetap bersih. Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan energi terbarukan ini,” ujar Bapak Ahmat As’ari, Kepala Seksi Dinas ESDM Wilayah Ungaran Telomoyo, menambahkan bahwa partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan program ini. “Biogas purifikasi bukan hanya solusi energi, tetapi juga langkah menuju pelestarian lingkungan. Kami ingin Desa Nogosaren menjadi percontohan pengembangan energi terbarukan di Kabupaten Semarang,” katanya.Manfaat Biogas Purifikasi1. Sumber Energi Ramah Lingkungan: Biogas merupakan energi hijau yang dapat mengurangi emisi karbon dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar fosil.2. Pengelolaan Limbah yang Efektif: Teknologi ini memanfaatkan limbah organik menjadi energi yang berguna, sehingga mengurangi pencemaran lingkungan.3. Efisiensi Biaya: Dengan biogas, masyarakat dapat menghemat biaya pembelian bahan bakar seperti gas LPG atau minyak tanah.4. Kemandirian Energi Lokal: Desa dapat memenuhi kebutuhan energi rumah tangga dan usaha kecil secara mandiri.5. Mendukung Kesejahteraan Masyarakat: Pemanfaatan biogas dapat meningkatkan pendapatan petani dan peternak melalui pengolahan limbah yang bernilai ekonomis.Proses dan Tahapan Pembangunan Biogas Purifikasi
Pelatihan teknis ini memperkenalkan beberapa tahapan penting yang harus dilalui dalam pembangunan biogas purifikasi, yaitu:1. Pengumpulan Bahan Baku: Bahan baku utama yang digunakan adalah limbah organik, seperti kotoran ternak dan limbah sayuran.2. Fermentasi Anaerob: Limbah organik dimasukkan ke dalam digester (reaktor biogas) untuk difermentasi tanpa oksigen. Proses ini akan menghasilkan gas metana yang berfungsi sebagai bahan bakar utama.3. Purifikasi Gas: Biogas yang dihasilkan dimurnikan untuk menghilangkan gas pengotor seperti karbon dioksida dan hidrogen sulfida. Proses purifikasi ini membuat biogas lebih bersih, aman, dan efisien.4. Distribusi Gas: Setelah dipurifikasi, biogas disalurkan ke rumah tangga atau usaha lokal melalui instalasi pipa sederhana.5. Penggunaan Energi: Biogas dapat digunakan untuk memasak, penerangan, atau kebutuhan energi lainnya di tingkat rumah tangga dan desa.Cara Perawatan Biogas Purifikasi.
Agar teknologi biogas dapat berfungsi optimal dan bertahan lama, masyarakat diberikan panduan tentang cara perawatan dan pemeliharaan digester biogas, antara lain:1. Pembersihan Rutin: Digester dan alat penampung gas harus dibersihkan secara berkala untuk menghindari penumpukan limbah atau sumbatan yang dapat menghambat proses fermentasi.2. Kontrol Suhu dan pH: Suhu dan keasaman dalam digester harus dijaga agar proses fermentasi berlangsung optimal.3. Pemeriksaan Kebocoran: Pipa dan sambungan gas harus diperiksa secara rutin untuk mencegah kebocoran yang bisa membahayakan keselamatan.4. Pengadukan Bahan Baku: Pengadukan rutin bahan baku dalam digester dapat meningkatkan produksi gas metana.5. Pembuangan Sisa Fermentasi: Limbah sisa fermentasi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik berkualitas tinggi untuk pertanian.Dukungan dan Harapan MasyarakatPara peserta yang mengikuti pelatihan ini merasa antusias dengan penerapan biogas purifikasi di desa mereka. Sunaryo, seorang petani setempat, mengungkapkan bahwa teknologi ini memberikan harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat desa. “Dengan biogas, kami tidak hanya menghemat biaya energi, tetapi juga bisa menjaga kebersihan lingkungan. Kami berharap teknologi ini dapat diterapkan secara merata di seluruh desa,” ujarnya.Langkah Ke Depan Pemerintah Desa Nogosaren berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan energi terbarukan di desa mereka. Rencana ke depan mencakup pembangunan lebih banyak digester biogas di berbagai titik desa dan pelatihan lanjutan untuk generasi muda agar mampu mengelola teknologi ini secara mandiri.Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait, Desa Nogosaren diharapkan dapat menjadi model desa mandiri energi yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.